25 August 2016

Campuran



1.   Pengertian Campuran
Campuran adalah materi yang terbentuk atas dua zat atau lebih yang masih mempunyai sifat asalnya. Campuran juga dapat didefinisikan sebagai zat yang terdiri dari dua atau lebih yang tergabung tanpa melalui reaksi kimia. Contoh campuran misalnya: air sungai, tanah, udara, makanan, minuman, larutan garam, larutan gula.
2.   Macam-macam Campuran
a.   Campuran homogen
1)   Pengertian campuran homogen
Campuran antara dua zat atau lebih yang partikel-partikel penyusun tidak dapat dibedakan lagi disebut campuran homogen. Contohnya larutan gula dalam air, di mana air dianggap sebagai pelarut (solvent), dan gula sebagai zat terlarut (solute).
2)   Jenis-jenis campuran homogen
a)   Gas dalam gas
Pada umumnya, setiap gas dapat menjadi pelarut bagi gas-gas yang lain, begitu juga sebaliknya. Campuran antar berbagai macam gas dapat membentuk campuran.
Lapisan udara yang mengelilingi bumi terdiri dari berbagai macam gas, antara lain: oksigen (21%), nitrogen (78%), dan 1% yang terdiri dari karbondioksida, uap air, helium, argon dan neon.
b)   Gas dalam zat cair
Gas yang bercampur dengan zat cair dapat membentuk larutan, contohnya karbondioksida pada minuman. sprite, coca cola, dan fanta.
c)   Gas dalam zat padat
Gas dapat larut dalam zat padat sehingga membentuk suatu campuran. Contoh: gas H2 larut dalam logam Paladium
d)   Zat cair dalam zat cair
Zat cair dapat saling melarutkan zat cair lainnya dan membentuk larutan, misal: gula dalam air, alkohol dalam air. Meskipun demikian, ada juga zat cair yang tidak larut dalam zat cair lainnya, misal: minyak dalam air.
e)   Zat padat dalam zat cair
Gula merupakan salah satu contoh zat padat yang dapat larut dalam air.
3)   Sifat campuran homogen (larutan):
a)   Mempunyai perbandingan massa yang tidak tetap.   
b)   Partikel-partikel campurannya tidak terlihat.
c)   Dapat ditembus cahaya (transparan).
d)   Zat yang terlarut tersebar merata ke seluruh bagian.
e)   Tiap bagian larutan mempunyai susunan dan sifat yang sama.
f)   Zat-zat dalam larutan dapat dipisahkan menjadi komponen-komponennya.
b.   Campuran heterogen
1)   Pengertian campuran heterogen
Campuran heterogen adalah campuran antara dua macam zat atau lebih yang mana zat-zat yang tercampur di dalamnya masih dapat dibedakan satu sama lain.
2)   Jenis-jenis campuran heterogen
a)   Koloid
Koloid merupakan suatu bentuk campuran yang keadaan atau sifatnya terletak antara larutan dan suspensi. Ukuran partikel koloid adalah 10 – 1000 nm. Partikelnya menyebar, tidak dapat mengendap, dan bersifat menghamburkan cahaya.
Koloid kelihatan keruh, tetapi bila didiamkan tidak memisah. Koloid tidak dapat dipisahkan atas komponennya dengan penyaringan biasa, kecuali dengan penyaringan ultra.  Contoh koloid antara lain: susu, santan, air sabun, kuning telur, cat, jeli rambut.
Pengelompokkan koloid dibagi atas fase terdispersi dan medium pendispersi. Dilihat dari fase terdispersi dan medium pendispersinya, koloid dibagi menjadi 8 macam, yaitu:
Koloid dapat dibedakan dari larutan berdasarkan sifatnya terhadap cahaya. Larutan tersebut bersifat transparan, sehingga berkas cahaya tidak dapat diamati dari samping. Koloid menghamburkan cahaya yang dapat diamati dari samping. Sifat penghamburan cahaya ini disebut Efek Tyndall. Contoh efek Tyndall antara lain adalah asap kabut, penghamburan cahaya matahari pada pagi yang berembun.
b)   Suspensi
Suspensi merupakan campuran kasar dan bersifat heterogen. Istilah suspensi biasanya dimaksudkan untuk campuran heterogen dari suatu zat padat dalam zat cair. Zat yang tersuspensi lambat laun terpisah karena pengaruh gravitasi (mengalami sedimentasi).
Suspensi terlihat sangat keruh, mempunyai bidang batas yang jelas, dan akan memisah jika didiamkan. Suspensi dapat dipisahkan dengan proses filtrasi (penyaringan) dan pengendapan (sedimentasi). Suspensi memiliki ukuran partikel lebih dari 1.000 nm. Contoh suspensi antara lain: air kapur, air lumpur, dan air terigu.

Senyawa



1.   Pengertian Senyawa
Unsur merupakan zat tunggal, yang tidak dapat diuraikan menjadi zat kimia yang lebih sederhana lagi. Gabugan dari dua atau lebih unsur yang bergabung secara kimia dengan perbandingan massa tertentu akan menjadi senyawa yang sifatnya berbeda dengan sifat zat penyusunnya. Misalnya air yang terdiri dari oksigen dan hidrogen yang pada dasarnya berwujud gas namun setelah menjadi senyawa berubah menjadi cairan.
Penguraian senyawa menjadi zat yang lebih sederhana disebut dekomposisi. Ada dua cara dekomposisi yaitu dekomposisi termal dengan menggunakan panas dan dekomposisi elektrolis dengan menggunakan listrik.
2.   Proses Pembentukan Senyawa
a.   Reaksi Unsur dengan Unsur atau Senyawa dengan Senyawa
Reaksi unsur dengan unsur dapat terjadi melalui reaksi pembakaran. Contoh pembakaran magnesium menghasilkan magnesium oksida. Reaksi antara senyawa dengan senyawa misalnya reaksi antara asam dengan basa menghasilkan garam.
b.   Reaksi Unsur dengan Senyawa
Beberapa senyawa terbentuk melalui reaksi antara unsur dengan senyawa. Contoh logam natrium cepat bereaksi dengan air membentuk senyawa NaOH.
3.   Penulisan rumus kimia
Penulisan senyawa dengan mencantumkan jenis dan jumlah unsur yang membentuknya disebut rumus kimia.
nAxByCz
Keterangan:
n             :  Koefisien, yang menunjukkan jumlah molekul senyawa
A, B, C   :  Lambang unsur penyusun senyawa
x, y, z      :  Indeks tiap unsur penyusun, yang menunjukkan banyaknya atom unsur dalam setiap molekul senyawa.
Berikut contoh penulisan rumus senyawa kimia:
a.   H2O berarti dalam 1 molekul air terdapat 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen.
b.   CO2 berarti dalam 1 molekul gas karbondioksida terdapat 1 atom karbon dan 2 atom oksigen.
c.   Jika tertulis rumus kimia senyawa Kalsium hidroksida, adalah 5 Ca (OH)2, berarti terdapat 5 molekul Kalsium hidroksida di mana tiap molekulnya terdiri atas 1 atom Kalsium (Ca), 2 atom Oksigen (O), dan 2 atom Hidrogen (H). Jumlah seluruh atom pada lima molekul Ca(OH)2 adalah 5 (1 + (1 × 2) + (1 × 2)) = 25 atom.
4.   Penamaan Senyawa Biner
a.   Tata nama senyawa biner dari sesama nonlogam
Senyawa biner ialah senyawa yang hanya terdiri dari dua jenis unsur, misalnya air (H2O), amonia (NH3), dan metana (CH4). Untuk senyawa biner yang terbentuk dari sesama unsur nonlogam diberi nama dengan cara berikut:
-     Menyebutkan jumlah atom unsur pertama dalam bahasa Yunani.
-     Menuliskan nama unsur pertama.
-     Menuliskan jumlah atom unsur ke dua dalam bahasa Yunani.
-     Menyebutkan nama unsur ke dua.
-     Diberi akhiran “ida”
Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari satu jenis senyawa, maka nama senyawa itu dibedakan dengan menyebutkan angka indeks dalam bahasa Yunani:
1 = mono                      6  = heksa
2 = di                           7   = hepta
3 = tri                           8  = okta
4 = tetra                       9   = nona
5 = penta                     10 =  deka
Indeks satu tidak perlu disebutkan, misal: karbonmonoksida (CO), bukan monokarbonmonoksida.
Contoh:
CO2  = karbondioksida                        N2O3 = dinitrogen trioksida
CS2   = karbon disulfida                       CCl4 = karbon tetra klorida
SO3   = belerang trioksida
b.   Tata nama senyawa biner senyawa logam dengan nonlogam
Senyawa yang tersusun dari unsur logam dan nonlogam, maka unsur logam disebutkan terlebih dahulu, kemudian unsur nonlogam serta diberi akhiran “ida”
Nama logam + Nama nonlogam + ida
Contoh:
KBr    = Kalium bromida                      BaCl2 = Barium klorida
NaF    = Natrium fluorida                     MgO = Magnesium oksida
Al2S3  = Aluminium sulfida
5.   Penamaan senyawa asam dan senyawa basa
Semua senyawa yang rumus kimianya diawali dengan atom unsur H harus dinamai dengan awalan asam, kecuali air (H2O) dan Hidrogen peroksida (H2O2).
Contoh:
HI      = Asam iodida
HBr    = Asam bromida
HNO2 = Asam nitrit
Cara penamaan senyawa basa yaitu dengan menyebut nama logamnya lalu diikuti kata “hidroksida”.
Contoh:
LiOH       = Litium hidroksida                         Ca(OH)2  = Kalsium hidroksida
Mg(OH)2 = Magnesium hidroksida                 KOH        = Kalium hidroksida
Ba(OH)2  = Barium hidroksida

Unsur

1.   Pengertian unsur
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain dengan reaksi kimia biasa. Sampai saat ini jumlah unsur yang diketahui berjumlah 118 unsur, 92 berasal dari alam dan unsur buatan manusia mencapai 22 buah dan merupakan unsur radioaktif. Unsur buatan manusia yang pertama adalah teknesium, tahun 1937.
2.   Penulisan lambang unsur
a.   Penjelasan
Lambang unsur dibuat dengan tujuan mempermudah mengingat dan mempelajari unsur tersebut. John Dalton memperkenalkan sistem pelambangan unsur dalam bentuk lingkaran. Namun lambang-lambang unsur menurut Dalton ini kurang praktis apabila digunakan untuk menuliskan zat yang majemuk.
Lambang unsur yang digunakan sekarang disusun oleh John Jacob Berzellius. Ia menuliskan satu huruf awal nama unsur dalam bahasa latin tersebut dengan huruf kapital.
                Perubahan lambang unsur dari masa ke masa

Nama kimia unsur dan lambang yang diberikan menggunakan bahasa latin. Pemberian nama tersebut banyak diambil dari mitologi Yunani dan Romawi. Misalnya Serium (Ce) dari nama Ceres, yaitu Dewi Kemakmuran dalam mitologi Yunani. Ada pula unsur yang namanya berasal dari warnanya, misalnya, Rubidium (Rb) yang berwarna merah dan Cesium (Cs) yang berwarna biru. Ada juga unsur yang namanya menggunakan nama benua atau Negara. Misalnya, Europium (Eu) dan Germanium (Ge). Selain itu, ada pula unsur yang diberi nama berdasarkan nama ilmuwan besar, misalnya: Kurium (Cm) diambil dari nama Marie Curie dan Einstenium yang diambil dari nama Albert Einstein.
Lembaga internasional yang bertugas menetapkan nama unsur adalah IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Secara internasional telah disepakati bahwa aturan penulisan lambang unsur adalah sebagai berikut:
-     Untuk lambang unsur yang hanya terdiri dari satu huruf, penulisannya menggunakan huruf kapital.
-     Untuk lambang unsur yang terdiri dari dua huruf, penulisan huruf pertama menggunakan huruf kapital dan huruf kedua dengan huruf kecil.
b.   Penulisan unsur yang menggunakan satu huruf
Lambang unsur diambil dari huruf pertama nama latin unsur dan ditulis dengan huruf besar (kapital).

c.   Penulisan unsur yang menggunakan dua huruf
Huruf pertama diambil dari huruf yang terdapat dalam nama latin unsur ditulis dengan huruf kapital dan huruf kedua ditulis dengan huruf kecil.
d.   Unsur dengan lambang tiga huruf
Huruf pertama ditulis huruf besar, sedangkan huruf kedua dan ketiga ditulis huruf kecil.
3.   Klasifikasi unsur
a.   Unsur logam
1)   Sifat-sifat unsur logam, antara lain:
-     Penghantar panas dan listrik yang baik
-     Mengkilap
-     Dapat ditempa dan direnggangkan
-     Pada suhu kamar umumnya berwujud padat, kecuali air Raksa, Caesium, dan Galium.
-     Memiliki titik leleh dan titih didih yang tinggi.
2)   Manfaat unsur logam dalam kehidupan manusia:
-     Khrom (Cr), Digunakan untuk bumper mobil, dan campuran dengan baja menjadi stainless steel.
-     Besi (Fe), Merupakan logam yang paling murah, sebagai campuran dengan karbon menghasilkan baja untuk konstruksi bangunan, mobil dan rel kereta.
-     Nikel (Ni), Nikel padat sangat tahan terhadap udara dan air pada suhu biasa, oleh karena itu nikel digunakan sebagai lapisan pelindung dengan cara disepuh.
-     Tembaga (Cu), Tembaga banyak digunakan pada kabel listrik, perhiasan, dan uang logam. Campuran tembaga dengan timah menghasilkan perunggu sedangkan campuran tembaga dengan seng menghasilkan kuningan.
b.   Unsur non-logam
1)   Sifat-sifat unsur non-logam, antara lain:
-     Penghantar panas dan listrik yang buruk
-     Tidak mengkilap
-     Biasanya pecah jika ditempa, dan tidak dapat direnggangkan
-     Pada suhu kamar umumnya berwujud cair dan gas, namun ada pula yang berwujud padat
-     Memiliki titik leleh dan titik didih yang rendah.
2)   Manfaat unsur non-logam dalam kehidupan, antara lain:
-     Fluor (F), Senyawa fluorid yang dicampur dengan pasta gigi berfungsi menguatkan gigi, freon-12 sebagai pendingin kulkas dan AC.
-     Brom (Br), Senyawa brom digunakan sebagai obat penenang saraf, film fotografi, dan bahan campuran zat pemadam kebakaran
-     Yodium (I), Senyawa yodium digunakan sebagai antiseptik luka, tambahan yodium dalam garam dapur, dan sebagai bahan tes amilum (karbohidrat) dalam industri tepung.
c.   Unsur metaloid (semilogam)
Metaloid adalah unsur yang mempunyai sifat di antara logam dan nonlogam. Semilogam bukan konduktor dan juga bukan isolator, tetapi berperan sebagai semikonduktor. Beberapa unsur semi logam yang bermanfaat dalam kehidupan sehari–hari, antara lain:
1.   Silikon (Si), merupakan 28% dari kerak bumi dan menempati posisi kedua setelah oksigen. Senyawa silikon banyak digunakan dalam peralatan pemotong dan pengampelasan, untuk semi konduktor, serta bahan untuk membuat gelas dan keramik.
2.   Germanium (Ge), merupakan bahan semikonduktor, yaitu pada suhu rendah berfungsi sebagai isolator sedangkan pada suhu tinggi sebagai konduktor.
4.   Sistem Periodik Unsur
a.   Penjelasan
Boyle seorang pelopor kimia modern berpendapat bahwa unsur adalah suatu zat yang tidak dapat dibagi-bagi menjadi dua zat atau lebih dengan cara kimia. Setelah sekian lama akhirnya ditemukan jika kemiripan muncul secara teratur dan periodik jika unsur diurutkan menurut bobot atom. Usaha untuk mengelompokkan unsur-unsur dilakukan sejak abad 18 sampai awal abad 19.
b.   Pengelompokkan unsur
1)   Lavoiser (1769)
Lavoiser menerbitkan daftar unsur pada tahun 1769. Dia membagi kelompok unsur dalam unsur logam dan non logam, pada waktu tersebut baru ditemukan 21 unsur. Setelah diatemukan unsur lebih banyak lavoiser tidak mampu lagi untuk mengelompokkan unsur-unsur tersebut lebih lanjut.
2)   Johann W Dobereiner (1817)
Dia adalah orang pertama yang adanya hubungan antara sifat unsur dan bobot atom. Pada tahun 1817 ia mengamati beberapa kelompok 3 unsur yang mempunyai kemiripan sifat yang disebut triade. Salah satunya adalah kelompok klor, brom dan yod, dimana berat atom brom (80) sama dengan rata-rata berat atom klor 35 dan atom yod 127.
3)   J.A.K Newland (1863-1865)
Newlands mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya. Newlands menemukan bahwa terjadi pengulangan sifat unsur setiap 8 unsur (1 oktaf) sehingga klasifikasi unsur menurut Newlands disebut Hukum Oktaf.
4)   Begeyer de Chancourtis (1863)
Dia adalah orang yang pertamakali menyusun unsur secara periodik. Dia menunjukkan fakta bahwa jika unsur-unsur disusun menurut penurunan bobot atom, diperoleh secara periodik unsur yang sifatnya mirip.
5)   Dmitri Mendeleyev (1834-1907)
Dmitri Mendeleyev (1834-1907) menerbitkan sebuah daftar unsur yang telah diketahui dalam bentuk tabuler, atau yang sering dikenal dengan Tabel Periodik Unsur. Pengelompokkan unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom sehingga sifat-sfat tertentu dari unsur akan berulang secara berkala menurut kenaikan massa atomnya. Sistem Periodik Mendeleyev baru memuat 65 unsur. Oleh karena itu, Mendeleyev menyiapkan tempat kosong dengan keyakinan bahwa masih banyak unsur yang belum ditemukan.
6)   Henry Moseley (1887–1915)
Henry Moseley melakukan penelitian dan hasilnya adalah menyempurnakan sistem Periodik Mendeleyev. Sistem periodik ini digunakan hingga sekarang. Moseley mengajukan konsep sistem berkala unsur berdasarkan kenaikan nomor atomnya. Sistem Periodik Modern ini terdiri dari 2 lajur, yaitu lajur vertikal dan lajur horizontal. Lajur vertikal (atas ke bawah) menyatakan golongan. Sementara lajur horizontal (kiri ke kanan) menyatakan periode. Dalam 1 golongan, unsur disusun berdasarkan kemiripan sifatnya. Ada pun kemiripan sifatnya meliputi titik lebur, titik didih, wujud (logam, semi logam, dan non logam), daya hantar listrik, dan daya hantar panas. Sedangkan dalam 1 periode, unsur disusun berdasar kenaikan nomor atomnya.